Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sartre

Emas Yang Tidak Pernah Ada

Gambar
Emas yang Tidak Pernah Ada Laporan Investigatif Februari 2026 Tindak Pidana Pencucian Uang · Rp25,8 Triliun · Kalimantan — Jawa Timur Emas yang Tidak Pernah Ada Bagaimana 25,8 ton emas ilegal melintasi hutan, toko, smelter, dan pelabuhan — hingga menjadi uang yang bersih sempurna di hadapan negara yang tertidur. Laporan Khusus · Baca: ±25 menit Bagian I Sebelum Fajar di Nganjuk Adegan pembuka Pukul dua dini hari. Jalan Ahmad Yani, Nganjuk, lengang seperti biasa di jam itu. Warung-warung tutup. Lampu-lampu jalan menerangi trotoar yang kosong. Di antara deretan toko yang gelap, ada sebuah papan nama yang sudah bertahan sejak 1976: Toko Emas Semar. Kemudian datanglah mobil-mobil itu. Tidak ada sirine. Tidak ada pengumuman. Mereka parkir berjajar di depan toko dengan tenang, seperti tamu yang sudah lama dinantikan. Para penyidik dari Dittipideksus Bareskrim Polri turun satu...

Camus di Tepi Laut Sebuah Personal Naratif bagian 2

Gambar
Camus di Tepi Laut Sebuah Personal Naratif Bagian 2: Matahari yang Menyembuhkan bagian 1 XII. Saya membayar kopi dan berjalan keluar. Matahari sudah mulai condong ke barat, tapi panasnya belum mereda. Jalanan dipenuhi orang-orang yang bergerak dengan tujuan masing-masing—ibu-ibu yang membawa belanjaan, pekerja yang mengecek ponsel sambil berjalan, anak-anak sekolah yang tertawa tanpa alasan yang jelas. Tidak ada yang tahu bahwa di kepala saya sedang berlangsung percakapan antara dua orang mati yang tidak pernah bertemu: Kafka dan Camus. Tapi ada satu percakapan lain yang lebih menarik—percakapan antara dua orang yang pernah sangat dekat, yang pernah duduk bersama di kafe-kafe Paris sampai larut malam, yang pernah percaya bahwa mereka sedang mengubah dunia dengan kata-kata. Lalu, dengan kata-kata juga, mereka menghancurkan satu sama lain. Albert Camus dan Jean-Paul Sartre. XIII. Mereka bertemu pada 1943, di tengah pendudukan Nazi atas Paris. Camus baru saja tiba...

Camus di Tepi Laut Sebuah Personal Naratif bagian 1

Gambar
Camus di Tepi Laut Sebuah Personal Naratif Bagian 1: Matahari yang Membunuh I. Saya keluar dari gedung itu dengan formulir B-17 di tangan, dan matahari menyambut saya seperti tamparan. Silau. Panas. Tak terduga meskipun sudah bisa diduga. Saya menyipitkan mata dan berdiri sejenak di trotoar, membiarkan retina menyesuaikan diri dengan kenyataan bahwa di luar sana ada dunia yang tidak peduli dengan nomor antrean dan prosedur yang tak kunjung selesai. Di saku saya, buku Kafka masih ada— The Trial dengan sampulnya yang lusuh. Tapi tiba-tiba saya teringat buku lain, dengan kalimat pembuka yang sangat berbeda: "Hari ini, ibu meninggal. Atau mungkin kemarin, saya tidak tahu." Albert Camus. L'Étranger . Orang Asing . Kafka menulis tentang rasa bersalah tanpa sebab—tentang pengadilan yang tak terlihat, tentang hukuman yang datang sebelum kesalahan. Camus menulis tentang sesuatu yang lain: tentang ketidakpedulian yang jujur, dan dunia yang menghukum kita justr...