Postingan

Menampilkan postingan dengan label Resensi Buku

Emas Yang Tidak Pernah Ada

Gambar
Emas yang Tidak Pernah Ada Laporan Investigatif Februari 2026 Tindak Pidana Pencucian Uang · Rp25,8 Triliun · Kalimantan — Jawa Timur Emas yang Tidak Pernah Ada Bagaimana 25,8 ton emas ilegal melintasi hutan, toko, smelter, dan pelabuhan — hingga menjadi uang yang bersih sempurna di hadapan negara yang tertidur. Laporan Khusus · Baca: ±25 menit Bagian I Sebelum Fajar di Nganjuk Adegan pembuka Pukul dua dini hari. Jalan Ahmad Yani, Nganjuk, lengang seperti biasa di jam itu. Warung-warung tutup. Lampu-lampu jalan menerangi trotoar yang kosong. Di antara deretan toko yang gelap, ada sebuah papan nama yang sudah bertahan sejak 1976: Toko Emas Semar. Kemudian datanglah mobil-mobil itu. Tidak ada sirine. Tidak ada pengumuman. Mereka parkir berjajar di depan toko dengan tenang, seperti tamu yang sudah lama dinantikan. Para penyidik dari Dittipideksus Bareskrim Polri turun satu...

Sepuluh Percakapan yang Tak Pernah Benar-Benar Berakhir - Supernova Dee Lestari

Gambar
Sepuluh Percakapan yang Tak Pernah Benar-Benar Berakhir - Supernova Dee Lestari Sepuluh Percakapan yang Tak Pernah Benar-Benar Berakhir Prolog: Tentang Membaca Ulang di Malam Hujan Malam ini hujan turun dengan ritme yang aneh— tidak terlalu deras, tidak pula mereda. Seperti sedang ragu-ragu , pikirku sambil menyeduh kopi ketiga. Di meja, novel Supernova terbuka di halaman yang sudah kukenal betul. Sampulnya sudah kusam, pojok-pojoknya melipat. Buku ini sudah kubaca entah berapa kali, tapi setiap kali kubuka, selalu ada sesuatu yang berbeda. Bukan bukunya yang berubah, tentu saja. Aku yang berubah. Dee Lestari pernah menulis bahwa semesta itu tergantung dari mana kita melihat . Malam ini, aku memutuskan untuk melihat Supernova dari sudut yang berbeda—bukan sebagai pembaca yang larut dalam plot, tapi sebagai seseorang yang mencoba memahami mengapa sepuluh percakapan tertentu dalam novel ini tidak pernah benar-benar meninggalkan pikiranku. Mungkin kar...