Postingan

Menampilkan postingan dengan label Fiksi Kontemporer

Emas Yang Tidak Pernah Ada

Gambar
Emas yang Tidak Pernah Ada Laporan Investigatif Februari 2026 Tindak Pidana Pencucian Uang · Rp25,8 Triliun · Kalimantan — Jawa Timur Emas yang Tidak Pernah Ada Bagaimana 25,8 ton emas ilegal melintasi hutan, toko, smelter, dan pelabuhan — hingga menjadi uang yang bersih sempurna di hadapan negara yang tertidur. Laporan Khusus · Baca: ±25 menit Bagian I Sebelum Fajar di Nganjuk Adegan pembuka Pukul dua dini hari. Jalan Ahmad Yani, Nganjuk, lengang seperti biasa di jam itu. Warung-warung tutup. Lampu-lampu jalan menerangi trotoar yang kosong. Di antara deretan toko yang gelap, ada sebuah papan nama yang sudah bertahan sejak 1976: Toko Emas Semar. Kemudian datanglah mobil-mobil itu. Tidak ada sirine. Tidak ada pengumuman. Mereka parkir berjajar di depan toko dengan tenang, seperti tamu yang sudah lama dinantikan. Para penyidik dari Dittipideksus Bareskrim Polri turun satu...

Di Dalam Ruang Sunyi Pukul Tiga

Gambar
Di Dalam Ruang Sunyi Pukul Tiga Di Dalam Ruang Sunyi Pukul Tiga Napas. Masuk, keluar. Atau keluar dulu, masuk kemudian? Pukul tiga lewat tujuh belas menit—angka-angka merah berkedip di kegelapan seperti mercusuar tanpa pantai. Radio Sanyo berbisik dari sudut ruangan, speaker kanannya sudah mati sejak... kapan? Sejak ayah masih... tidak, jangan ke sana dulu. Tetap di sini. Di napas ini. Di kedipan angka merah ini. Tubuh ini berat. Gravitasi terasa berlipat ganda di malam hari—atau apakah ini sudah pagi? Terlalu pagi untuk truk sampah. Terlalu malam untuk adzan subuh. Di antara. Selalu di antara. Kursi rotan ini sudah hapal lekuk punggung, hapal cara tulang belikat menekan per yang melorot di sisi kiri. Tiga puluh menit lagi, per itu akan mulai sakit. Tapi sekarang masih nyaman. Masih cukup. Desiran darah di pelipis. Thump, thump. Atau mungkin itu bukan darah, mungkin itu hanya bayangan detak jantung, gema dari sesuatu yang seharusnya terasa tapi tidak. Ada y...